Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MAKANAN DALAM MEDITASI 03
Posted by Darmayasa on 2004-07-04
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Makan sattvam adalah makanan jenis paling utama dan dua jenis makanan lain lagi (rajah atau kenafsuan dan tamah atau kegelapan, kelambanan, kemalasan). Bagi siswa meditasi yang serius, sangat dianjurkan untuk memilih menu setiap harinya dengan makanans jenis sattvam. Imakanan jenis sattvam cukup cukup bahkan paling tepat untuk memelihara badan dan demi kedamaian pikiran.
Makanan rajah dan tamah akan memberikan gebuans pikiran yang pasti sangat mengganggu konsentrasi. Banyak keluhan tentang konsentrasi yang sebenarnya banyak disebabkan oleh makanan yang mereka makan. Makanan sattvam mengantarkan orang pada kedamaian hidup, kesehatan, tentu saja perlu pengaturan menu yang harus seimbang dalam vitamin, protein dll. Termasuk didalam jenis makanan sattvam antara lain buah-buahan, sayur-sayuran, susu, umbia-an, yang dikembangkan menjadi juice buah segar, butter, kacangs-an, nasi, madu dll Secara umum para siswa meditasi dapat mengertikan bahwa makanan yang penuh kehidupan, protein, bersih,segar, penuh rasa dll adalah termasuk dlam makanan jenis sattvam/kebaikan.

Kitab bhagavad-gita menyebutkan bahwa makanan jenis sattvam/kebaikan adalah makanan yang disukai oleh oranges dlam sifat kebaikan, karena makanan tsb dpt memperpanjang usia, menyucikan kehidupan, memberikan kekuatan, kesehatan, kebahagiaan dan kepuasan. Makanan tersebut penuh sari/rasa, mengandung lemak cukup, bergizi serta menyebabkan kepuasan hati setelah memakannya.

Makanan rajah

Makanan rajah cenderung mempengaruhi kesadaran kita untuk ekstra aktif, menggebu-gebu, yang kurang begitu tepat bagi para siswa meditasi. Makanans jenis tsb antara lain makanan yang terlalu mengandung rasa berlebihan, panas, pedas, asam, asin, terlalu kering dan keras. Bagi para siswa meditasi yg sudah maju, mereka bahkan menolak memasukkan kedalam menu mereka jenis bawang merah dan bawang putih, yang beberapa orang mengelompokkannya didalam makanan jenis rajah, dan ada pula yang mengelompokkannya didalam makanan jenis tamah. Makanans jenis itu bahkan menghancurkan "ketenangan pikiran" yang justru sngat diperlukan dalam meditasi. Kita memang perlu berhati-hati dalam memuaskan lidah dengan resiko kehancuran kesadaran kita. Banyak pula penyakits ditimbulkan oleh makanans jenis rajah dan tamah. Kesadaran menjadi gelisah dan sulit mengadakan pengontrolan, karena kesadaran bersih yang merupakan alat kontrolnya juga telah terganggu Makanan-makanan yang mempengaruhi pikiran untuk gelisah, menumbuhkan nafsu keinginan, juga termasuk dalam makanan jenis rajah/kenafsuan.

Makanan jenis rajah dalam kitab suci bhagavad-gita disebutkan sebagai makanan terlalu pahit, terlalu asam, terlalu asin, terlalu panas, atau menyebabkan badan menjadi terlalu panas, terlalu pedas, kering, berlebihan bumbu yang menyebabkan duka cita, penyakit dan penderitaan.

Makanan tamah

Terlebih lagi makanan jenis tamah, makanan yang akan memberikan "hadiah" berupa kemalasan, kelambanan, kebodohan, penyakit dll, hendaknya segera dijauhi oleh para siswa meditasi. Ia tidak memberikan keuntungan kepada pikiran, kesadaran bahkan juga tidak memberikan keuntungan kpd badan. Sebaliknya ia cendrung memberikan penyakit dan halangans lain pd badan. Makanan tamah tidak mengandung "isi" dan pelans menggerogoti pikiran dan badan. Makanan didalam jenis tamah antara lain daging, minumans keras, alcohol, makanan yang sudah basi, makanan berlemak, berlendir, dll. Bawang merah dan bawang putih kadang-kadang juga dimasukkan kedalam makanan jienis tamah atau kegelapan. Makanan terlalu dingin, tanpa vitamin, tanpa rasa, berbau busuk juga dimasukkan kedalam makanan jenis tamah.

Makanan jenis tamah dijelaskan oleh kitab bhagavad-gita sebagai makanan yang dimasak telah lama, basi, hambar tanpa rasa, busuk, makanan yang terdiri dari makanans sisa dan tidak suci serta didapat dengan korban darah, adalah makana yang disukai oleh mereka yang berada didalam sifat kegelapan.











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar