MEDITASI ANGKA MEMBANGKITKAN KUNDALINI ? (BAGIAN 3) Posted by Darmayasa on 2009-10-30 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Barangkali bagi orang-orang biasa, ia adalah pencapaian maha luar biasa yang dalam sekejap dapat mengantarkan orang kepada sebuah keterkenalan dan kemashyuran puncak dalam tinjauan atau pandangan orang-orang duniawi. Tetapi bagi para siswa spiritual maha uttama adhikari, maka pencapaian itu adalah pencapaian sangat kecil, karena mereka telah berada pada pencapaian maha besar. Lalu, apakah pencapaian kecil tersebut yang sampai-sampai membingungkan orang-orang yang bahkan sudah mencapai pembangkitan kundalininya?
Pencapaian kecil-kecil tersebut antara lain misalnya, suatu kemampuan yang membuat seseorang dapat melihat segala hal yang tidak kelihatan secara kasat mata atau kemampuan melihat jarak jauh, yang dinamakan clairvoyance atau dura-darshana, clairaudience atau dura-shrawana yaitu suatu kemampuan untuk mendengar dari jarak jauh, juga kemampuan untuk mengambil segala jenis bentuk yang diinginkan, yang dinamakan kemampuan kama-rupa.
Kemudian ada pula kemampuan maha luar biasa yang tidak bisa dicapai oleh sembarang praktisi kundalini, yaitu kekuatan sakti yang bernama parakaya-prawesha, yaitu kemampuan untuk memasuki badan orang atau makhluk lain. Ia juga mendapatkan kemampuan untuk bergerak kemana saja yang dia inginkan, ke tempat mana saja ia inginkan untuk pergi, dan semua itu ia lakukan dalam waktu yang hanya sekejap. Kekuatan tersebut dinamakan kamacari. Ada pula kemampuan yaugika yang bernama vayu-siddhi, yaitu kemampuan untuk mengambang di angkasa. Lalu ada pula kemampuan kaya wyuha, yaitu kemampuan untuk mengambil badan banyak sesuai keinginannya.
Dan yang banyak membingungkan orang adalah kemampuan trikala-jna, yaitu kemampuan untuk mengetahui masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, plus kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang atau kepribadian-kepribadian yang sangat khusus seperti Bhisma, Hanuman dan lain-lain, yaitu iccha mrityu, yaitu suatu kemampuan untuk memilih kapan saatnya untuk mati sesuai dengan keinginannya, dan lain-lain kemampuan sejenis itu yang dimasukkan kedalam katagori pencapaian kecil.
Jika pencapain maha hebat seperti itu adalah dipahami sebagai pencapaian kecil, lalu sejenis apakah pencapaian maha besar itu? Para Yogi, dengan rela serta tulus menempatkan berbagai pencapaian maha luar biasa yang disebutkan diatas tadi kedalam pencapaian kecil. Beliau-beliau tidak memandang pencapaian seperti daftar disebutkan pada diskusi bagian depan sebagai pencapaian maha besar dan maha utama, melainkan semua itu adalah pencapaian kecil. Kemudian, kalau pencapaian kemampuan maha hebat seperti itu ditempatkan oleh para Yogi sebagai pencapaian kecil, lalu, apakah pencapaian yang hendak dituju oleh para Yogi sesungguhnya?
Ada pencapaian-pencapaian besar, yang di dalam praktik yoga dan meditasi, yang kesemuanya dikelompokkan kedalam 8 (delapan) jenis pencapaian, yang dinamakan Asta Aishwarya Siddhi. Semua ini adalah mata pelajaran untuk ujian bagi saya pada Tahun 1976-78 yang lalu. Ada yang dinamakan;
1. Anima Siddhi, dimana dalam pencapaian ini para Yogi mampu menjdikan dirinya menjadi sangat kecil, sekecil mungkin bahkan lebih kecil dari atom....
2. Mahima Siddhi, pada pencapaian siddhi ini para Yogi mempunyai kemampuan untuk membuat dirinya menjadi besar, sebesar apapun diinginkannya, bahkan bisa menjadikan dirinya memenuhi alam semesta ini. Kemampuan seperti ini juga dinamakan wirat-swarupa
3. Laghima Siddhi, dengan kemampuan ini seorang Yogi dapat menjadikan badannya menjadi sangat ringan, seringan kapas.
4. Kebalikan dari Laghima Siddhi adalah Mahima Siddhi, dimana pada pencapaian ini, seorang Yogi mampu membuat dirinya menjadi sangat berat seberat gunung Himalaya
5. Kemampuan siddhi berikutnya adalah Prapti Siddhi. Dimana pada pencapaian ini seorang Yogi dapat mencapai apa saja yang diinginkan, misalnya kemampuan dapat menyentuh rembulan dan matahari, mengetahui bahasa segala makhluk dan juga memiliki kemampuan trikalajna.
6. Prakamya Siddhi. Dengan kemampuan siddhi ini para Yogi memiliki kemampuan dimana beliau bisa menyelam ke dalam air dan diam di sana selama berbulan-bulan dan disamping juga bisa menghilang, beliau juga memiliki berbagai kemampuan siddhi kecil yang beliau capai dengan mudah, seperti memasuki badan orang lain dan tetap menjaga badannya awet.
7. Washitwa Siddhi. Kemampuan ini mirip dengan kemampuan hipnotis. Pada bagian ini para Yogi dengan mudah mengontrol pikiran orang lain atau makhluk lain. Dengan kemampuan ini para yogi dapat menguasai binatang-binatang buas seperti harimau, singa, dan lain-lain.
8. Kemampuan siddhi terakhir adalah Ishitwa Siddhi. Pencapaian ini adalah pencapaian kekuatan spiritual sejati, yaitu bukan hanya spiritual power, tetapi divine power. Pada bagian ini seorang Yogi telah mencapai segala apa yang dicapai, bahkan diistilahkan seorang Yogi telah menjadi "tuhan"-nya alam, bahkan beliau memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang yang telah mati.
( .... Bersambung ... )
Sriguru,
Darmayasa
|