Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
LIPUTAN HUT MEDANG TAHUN 2010 HARI KE-7, PUNCAK PERAYAAN & INISIASI
Posted by Adi Candra on 2010-02-26
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam kasih,


Jumat 26 feb 2010, PUNCAK PERAYAAN HUT DASA WARSA MEDITASI ANGKA

Hari yg dinanti2kan pun tiba, Puncak Perayaan HUT MA. Terus terang, persiapan
Panitia untuk acara ini sangat minim. Was-was juga memikirkannya, seperti apa
nanti jalannya acara?

Sebelumnya Pak Noni (Sekretaris Panitia) telah membuat surat undangan kepada
seluruh Bupati dan beberapa tokoh masyarakat di Bali. Surat undangan ini baru
disebar pada hari Senin, 22 Feb dibantu oleh Pak Udiana, Pak Media, Bu Ratna, Bu
Agung. DI surat undangan disebutkan acara dimulai jam 10 wita. Namun kami
meminta rekan2 sudah hadir jam 9 wita, sambil membantu di sana-sini jika
diperlukan.

Sejak jam 6 pagi sie Konsumsi sudah sibuk menyiapkan snack dan makan siang.
Rekan2 yang sudah hadir pagi2 di Center juga turut membantu untuk merakit kotak
snack dan kotak nasi. Jam 8 pagi kegiatan merakit kotak ini masih berlangsung,
Bu Putu Dina dan Bu Dewi Tabanan masih membeli kue2 untuk snack. Sambil
deg-degan dan bekerja secepatnya, akhirnya kotak snack dan kotak nasi bisa
diselesaikan jam 10 wita dan segera dibawa ke ISI Denpasar. Nasi pun sudah mulai
dimasukkan ke dalam kotak, untuk para undangan. Sedangkan untuk rekan2 pemedang dan panitia, cukup dengan dibungkus saja.

Oya....malam sebelumnya ada diskusi yang intens, apakah snack dan nasi nanti
beli saja ataukah bikin? Banyak yang mengusulkan untuk beli saja, supaya kita
tak terlalu sibuk, mengingat rekan2 semua sudah kecapekan mengikuti semua
rangkaian acara yang padat. Namun sie Konsumsi tetap ingin membuatnya saja,
untuk efisiensi/menekan biaya. Kami sangat menghormati niat pelayanan ini dan
kami semua pun mendukungnya.

Jam 10 wita...bertempat di gedung ISI Denpasar, rekan2 sudah mulai berkumpul.
Noni, Lingling, Made Dewi, Agus Karangasem tampak bertugas menjaga meja yang
menjual majalah, CD, kaos medang, dll. Di dalam ruangan, group karawitan sudah
siap dengan pakiannya yang mewah, dikoordinir oleh Bli Nyoman Ariawan. Pak
Sutama dan Bu Dendi tampak sibuk mengatur acara sebelum mulai. P Udiana tampak sedang sibuk bernegosiasi dengan petugas Dispenda tentang pembayaran pajak Baliho. Bu Desak dan para crew cewek2nya, sibuk mengatur kotak snack dan makan siang. Pak MGM, P Bagus Suwecana dll membantu para hadirin mencari tempat duduk. P MSM dan Bli Kadek Roja sibuk jeprat-jepret dengan kameranya, Triyuga merekam moment2 yang penting. Dan berbagai kegiatan rekan2 yg tidak bisa saya tulis semuanya.

Mohon maaf, saya tidak bisa menuliskan liputan secara lengkap, karena saya
banyak mondar-mandir, juga harus jemput anak-istri yg ketinggalan di rumah.:)
Mohon P Dendi berkenan menuliskan liputan secara lengkap.



INISIAI/DIKSHA DAN UPACARA AGNIHOTRA

Hajatan kita di ISI Denpasar selesai sekitar jam 15 wita, setelah kita bereskan
ruangan dan properti2 kita. Beberapa rekan kembali ke Center Dps, khususnya yang
belum kebagian makan siang. Sebagian lagi rekan2 ke rumah/hotel masing2 untuk
beristirahat.

Namun panitia belum boleh istirahat... hehe...karena harus menyiapkan Upacara
Inisiasi dan Agnihotra yang sudah diumumkan akan diadakan jam 20 wita. Panitia
harus membuat Kundha (tempat api suci Agnihotra) yang baru kita tahu lokasinya
ada di sisi Barat. Dengan dikoordinir P Nataraj, rekan2 menyiapkan Kundha, ada
yg menghias ruangan, ada yang bersih2, ada yg beli buah dan perlengkapan
lainnya. Sekitar pukul 19 wita, segala sesuatunya telah siap. Tiba2 listrik
padam, ternyata Center dapat giliran pemadaman bergilir dari PLN, yang saat kami
konfirmasi diperkirakan sampai jam 23 wita.

Rekan2 lain mulai berdatangan, membuat areal Center menjadi penuh. Hanya cahaya lilin yang membantu penerangan di Center. Ternyata banyak rekan2 kita yang tidak sempat lagi pulang untuk mandi dan pompa air di Center tidak bisa difungsikan karena listrik mati. Terpaksa beberapa rekan mandi di rumah rekan2 lain yang dekat dengan Center.

Pukul 20 wita, P Suresh, yang ditugaskan menjadi Hotri (pemimpin upacara
Agnihotra) sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Triyuga dan beberapa
rekan hendak meminjam genset untuk lampu penerangan, namun masih dalam
perjalanan, sekitar pukul 21 wita listrik sudah menyala lagi. Makasi PLN :p

Guru pun sudah tiba di Center, mengajak rekan2 semua berkumpul di sisi Barat.
Guru meminta rekan2 yang ikut inisiasi/diksha untuk duduk di bagian depan.
Awalnya hanya 40 orang yang terdaftar. Dengan membayar 150 ribu rupiah, untuk
membeli bebrbagai perlengkapan seperti minyak ghee, serbuk cendana, dupa harum
dan kalunan bunga/garland. Namun belakangan makin banyak yang mendaftar sampai akhirnya berjumlah 85 orang.

Sebelum upacara Diksha/inisiasi dimulai, Guru berkenan menjelaskan apa makna
upacara Diksha tersebut. Kepada rekan2 yang wanita, Guru berkali-kali menegaskan
apakah mereka menerima menjadi ibu dari beliau. Karena dalam upacara Diksha akan ada Guru membisikkan sesuatu dengan sangat dekat, yg hanya beliau bisa lakukan jika dalam hubungan sebagai anak dengan ibunya. Bagi yang tidak bisa menerima hubungan tersebut diharapkan mundur saja. Namun semua menerimanya.

Dalam upacara ini, peserta akan mengucapkan sumpah suci di hadapan api suci,
sehingga diminta semua peserta benar-benar mantap dalam bermeditasi angka.
Sumpah suci bukan diperuntukkan hal-hal dengan bermain-main. Sesaat kemudian,
Guruji dan Mataji pun hadir di tempat upacara. Guruji kembali menjelaskan makna
upacara Diksha. Begitu pentingnya upacara ini, beberapa saat sebelumnya, Guru
dan Guruji harus melakukan sesuatu berdua beberapa saat, agar upacara bisa
berjalan dengan baik dan lancar.

Setelah segala sesuatunya siap, Diksha/inisiasi segera dimulai, diurut
berdasarkan nomor pendaftaran yang dikoordinir Pak Noni. Karena dilakukan di
ruang terbuka, Guru menggunakan handuk penutup untuk menutupi kepala guru dan
yang diinisiasi karena ini adalah hal yang rahasia. Baru 2 orang diinisiasi,
Guru menanyakan pada mereka, apa yang dirasakan saat diinisiasi. Ada yang
mengatakan badannya jadi panas, bergetar. Ada rekan kita dari Rusia mempunyai
pengalaman saat diinisiasi dia mendengar nyanyian dalam bahasa Sansekerta yang
dia tidak mengerti artinya. Hal ini menandakan bahwa upacara inisiasi ini bukan
upacara sembarangan, apalagi dihadiri langsung oleh Guruji dan Mataji. Selesai
diinisiasi oleh Guru, peserta langsung menyampai dakshina (persembahan uang)
kepada Guruji langsung.

Sekitar pukul 02 wita, upacara inisiasi selesai dilakukan kepada 85 orang.
Setelah selesai acara, dilanjutkan dengan Upacara Agnihotra yang dipimpin oleh P
Suresh dan P Nataraj. Semua peserta mengelilingi Kundha/api suci. Peserta
dibagikan biji-bijian yang telah dipersiapkan, untuk nantinya dipersembahkan
sedikit demi sedikit ke dalam api suci. Hotri/pemimpin upacara mulai mengucapkan
doa-doa dan seluruh peserta ikut mempersembahkan biji2 dan buah pisang.

Jam 04.30 wita seluruh acara telah selesai. Selamat kepada yang telah melakukan
upacara inisiasi/diksha, selamat memasuki tahapan hidup yang baru. Guruji dan
Mataji pun berpamitan pulang karena upacara ini membutuhkan banyak power. Guru
Darmayasa bersama beberapa rekan2 hendak langsung mandi ke pantai Sanur, sambil untuk memulihkan tenaga. Namun saat sampai di Pantai Sindhu, air laut sedang surut, jauh di dalam, sehingga tidak memungkinkan kita untuk mandi. Akhirnya kita kembali ke Center.

Silahkan rekan2 menambahkan jika ada yang luput saya tulis atau tidak lengkap.

SELESAI
...rangkaian liputan HUT MA saya sudahi sampai di sini...;)


Salam damai
adi











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar