BUNUH DIRI BUKANLAH TINDAKAN PENGECUT, BUKANLAH DOSA MELAINKAN IA ADALAH NERAKA ITU SENDIRI Posted by Tamtam Setiawan on 2010-04-21 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Setelah sekian lama dibahas dengan hangat di milis kita, kini tibalah saatnya
menutup Renungan 105:
"Bunuh diri bukanlah tindakan pengecut, bukanlah dosa melainkan ia adalah
neraka itu sendiri." (Darmayasa)
---o0o---
Meranggi:
salam kasih,
secara difinisi teori dan rasa, saya belum memahami apa,dimana dan bagaimana
Neraka/Surga itu sebenarnya. Namun guru telah menyentil saya dengan renungan
dibawah ini, hingga saya mencoba menterjemahkan pengertian neraka itu
sendiri sbb:
Neraka berbanding terbalik dengan Surga, dan di dalam pengertian Neraka itu sendiri adalah sekumpulan rasa tidak nyaman yang seolah tak berujung, ketidak nyamanan itu sendiri adalah rasa yang tidak disukai lahir bathin oleh kita seperti berbohong (salah satu contoh yang sederhana) , dengan pola kebohongan itu akan berbuntut kita agar selalu berbohong untuk menutupi kebohongan kita yang sebelumnya, rasa bersalah kemudian muncul, juga rasa was-was, rasa malu, rasa dikejar-kejar untuk selalu bermain domino bohong satu ke bohong dua untuk mencari selamatkan muka dan seterusnya, sehingga hidup menjadi tidak tenang.
Rasa ke-tidak nyamanan seperti itulah berkulminasi secara terus-menerus menghantui detik demi detik, kalau fase ini sedang bekerja kapan lantas kita bisa memberikan waktu yang lapang kepada badan halus kita untuk memikirkan "jalan pulang yang baik".
kembali ke renungan guru, di dalam proses bunuh diri, sebelum kejadian tentu telah terjadi kebuntuan jalan keluar pilihan hidup karena keterbatasan pengetahuan si pelaku, dia pikir setelah mati masalahnya akan selesai, tetapi justru masalahnya akan berlipat karena telah melanggar systemnya Tuhan yang lebih rumit hingga terjebak di area keputus asaan, rasa sakit, rasa hina, rasa dendam, rasa terhimpit memasuki ruang dimensi lain, ada raungan,bentakan, kagetan, ketakutan, lapar/haus, luka teriris, kesakitan yang tak ada yang menolong/peduli, melolong sekeras apapun, semua itu silih berganti datangnya dengan tanpa berkesudahan, selang waktu yang lama, bahkan berpuluh tahun sesuai dengan takdirnya menyudahi kehidupan oleh tangannya sendiri.
Semua rasa yang tidak mengenakkan secara terus menerus tiada henti inilah definisi Neraka. Maka tatkala dia sudah memilih jalan bunuh diri, dia telah memasuki dunia Neraka itu sendiri.
Dia tak pengecut, karena telah berani melewati batasan system Tuhan, baik sengaja atau tidak, itulah sebabnya selalulah belajar dengan benar untuk mengetahui rahasia keTuhanan lewat ajaran Tuhan melalui jalan agama yang diyakini.
sriguru
msm
---o0o---
Adi Candra:
Salam kasih,
Menurut saya, di sini Guru ingin menyampaikan bahwa Tindakan Bunuh Diri bukan saja tindakan pengecut dan berdosa. Tapi merupakan NERAKA tersebut. Jadi kita harus sangat ...sangat menghindari terjadinya Bunuh Diri!
Beberapa tahun yang lalu, Meditasi Angka bekerja sama dengan IHDN Denpasar pernah mengadakan seminar dengan tema Bunuh Diri. Saat itu Dr Ketut Widnya menyampaikan referensi dari agama Hindu bahwa orang yang melakukan kegiatan bunuh diri, akan terlahir kembali di alam hantu. Dia akan terlahir menjadi hantu untuk waktu yang sangat lama, bahkan bisa Ribuan Tahun, dengan kondisi yang sangat menderita. Karena dia tetap mempunyai keinginan, sedangkan dia tidak lagi memiliki tubuh fisik untuk memenuhi keinginan-keinginannya tersebut.
Sayangnya, dari tahun ke tahun, jumlah pelaku bunuh diri semakin meningkat. Demikian juga di Bali. Bahkan dari penelitian yang dilakukan, banyak bunuh diri yang terjadi karena alasan yang sepele seperti: tidak dibelikan motor oleh orang tuanya, tidak ingin sekolah, dll.
Semua agama tentu tak menginginkan umatnya melakukan Bunuh Diri. Namun dalam kehidupan globalisasi, tarikan duniawi semakin kuat, banyak manusia yang tak tahan menghadapi masalahnya, sehingga mengambil jalan pintas melakukan Bunuh Diri. Dr Sutama, mewakili dari Pemeditasi Angka menyampaikan bahwa meditasi sangat efektif dilakukan untuk menenangkan jiwa yang gelisah, mencari kedamaian kembali, sehingga tidak sampai bunuh diri. Beliau menyampaikan bahwa Guru Darmayasa pernah beberapa kali menyelamatkan orang yang hampir melakukan bunuh diri. Jika kita bisa berfikir dengan tenang, serahkan semuanya pada Tuhan, kita tak akan sampai melakukan bunuh diri.
Menyinggung keberadaan Surga atau Neraka, ini memang sesuatu yang bisa diperdebatkan, karena bentuknya tidak kasat mata. Minggu kemarin, dr Kamajaya dan beberapa rekan-rekan pe-Meditasi Angka juga sempat mendiskusikan hal ini. Beberapa kitab suci memang menyebutkan bahwa surga dan neraka itu ada. Tapi ada juga orang yang tidak percaya itu ada, dan menganggapnya hanya sebagai keadaan pikiran. Terlepas Neraka itu ada atau tidak, tujuan hidup kita adalah untuk
mencapai Keinsyafan Diri dan kita harus menjauhi kegiatan-kegiatan yang membawa kita ke Neraka, seperti Bunuh Diri, dll.
Salam damai
adi
---o0o---
Herry Ermawan:
Salam Kasih,
Sampai saat ini saya memahami bahwa apa yang dipikirkan seseorang sesaat sebelum kematiannya akan menentukan kemana badan astral seseorang akan pergi. Konon neraka dan sorga terdiri dari banyak lapisan yang sesuai dengan kondisi pikiran (state of mind ). Jika seseorang mati dalam pikiran yang gelap maka dia akan masuk ke alam gelap Neraka) dan sebaliknya akan ke alam terang (alam leluhur dan sorga). Siksaan-siksaan yang dialami di alam Neraka konon juga adalah akibat dari amplifikasi kondisi pikiran , misalnya mereka yang pikirannya membara akan kebencian akan dibakar oleh api kebencian dan sebagainya.
Pernah dulu ada yang memposting mengenai seseorang suci yang terlahir menjadi ulat karena saat kematiannya dia mengingat ulat. Juga dalam Bhagawad Gita , Shri Krishna menjelaskan bahwa siapa yang dipuja seseorang maka kesanalah dia akan menuju. Artinya juga menuju tempat yang vibrasinya sesuai dengan fikiran orang tersebut.
Sangat menarik membahas nasib seseorang yang bunuh diri. Orang bunuh diri sepertinya kebanyakan berada dalam kegelapan pikiran ketika mereka pelakukannya, tetapi bagaimana dengan para kamikazeJepang ,pembom bunuh diri , istri yang terjun ke api kremasi untuk menujukkan kesetiaan atau biksu yang membakar diri dalam protes? Sebagian dari mereka melakukan bunuh diri dengan senyuman. Apakah mereka akan masuk Surga karena pikiran mereka bahagia sesaat sebelum kematiannya? Ada yang menjelaskan bahwa kita memiliki garis takdir atau suratan takdir atau waktu kontrak hidup. Dijelaskan bahwa seseorang yang bunuh diri adalah ibarat buah yang dipetik sebelum matang. Dalam suratan takdir sudah ditentukan jalan kematian seseorang, tetapi pasti bukan dengan bunuh diri. Jika seseorang bunuh diri artinya dia melanggar kontrak hidup atau melanggar suratan takdir (prarabda) dan badan astralnya akan berada di alam bardo atau alam roh gentayangan sampai waktu kontaknya habis. Kalau demikian berarti mereka yang bahagia ketika menjemput kematiannya dengan bunuh diri akan tertahan perjalanannya ke Surga sampai masa kontraknya di dunia habis...
Wah kalau benar begitu keenakan dong mereka yang melakukan bom bunuh diri...
nggak dong!!, kenapa? Hukum aksi reaksi tidak terelakkan... mereka yang bunuh diri dengan motif membunuh orang lain, bukan dalam peperangan akan mendapat ganjaran setimpal, yaitu dia akan merasakan sakitnya pecahan bom di Neraka ...bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali sampai dia insyaf dan mohon ampun pada
Tuhan.
Namun konon di Neraka orang sangat susah menjadi insyaf karena pikiran-pikiran kotornya sangat teramplifikasi atau sangat menjadi kuat. Maka orang itu mungkin saja akan merasakan kena bom sepanjang hari selama 10.000 tahun. Setelah dia insyaf lalu dia ditakdirkan reinkarnasi dan matinya direncanakan karena kena bom.........rasain lo!!!
Dengan meditasi angka secara rutin, seharusnya membuat pikiran kita selalu "ajeg" mantap dan bahagia... jika kita tidak mati dengan bunuh diri (misalnya karena ditinggal istri , ditinggal kekasih dan sebagainya) dan saat kematian bisa mengingat Istha Deva , mudah-mudahan kita akan pergi ke planet tempat bersemayamnya Istha Deva... lebih keren lagi konon bagi yang sudah mencapai Nirvikalpa Samadhi dan tidak ada keterikatan duniawi samasekali (vairagya) maka dia menjadi pemenang karena dia akan mencapai Brahman yang tak terfikirkan.
SriGuru
Herry Ermawan
---o0o---
Suryantha:
salam kasih,
Sesungguhnya Apapun yang terpikirkan, terkatakan, terlakukan semua itu tergantung pada apa yang *mendasari (motif)*.
Pintu Neraka hanya ada tiga ;
pintu pertama disebut: hawa nafsu,
pintu kedua disebut: amarah, dan
pintu ketiga disebut: loba.
Jadi ketika yang terpikirkan, yang terkatakan, dan yang terlakukan didasari oleh *nafsu*, *amarah* dan *loba*!, "SELAMAT DATANG di NERAKA".
Disebutkan ada dua cara untuk bisa mengontrol pintu-pintu itu:
pertama *latihan yang cocok* dan
kedua *ketidak terikatan*.
Latihan yang cocok; pilihan jatuh pada *MEDITASI ANGKA* (medang), dengan medang adakah hal-hal yang tidak bisa diatasi?. Ketika medang dilakukan dengan serius lambat-laun pikiran dari menjadi musuh, akan menjadi sahabat, *ketika pikiran menjadi sahabat ia akan membantu menutup rapat pintu-pintu dan membantu melepaskan ikatan-ikatan pada dunia* sedikit demi sedikit, selanjutnya tujuan rohani sudah semakin dekat.
oh..pikiran, engkau adalah penguasa atas indria-indria hamba, engkau adalah sahabat hamba satu-satunya engkau sudah dengan tulus mengingat ajaran-ajaran Guru, engkau tidak lagi menarik-narik hamba untuk menjauh dari ajaran-ajaran itu oh..pikiran..terima kasih.
Sriguru...
Surantha
---o0o---
Mangku Danu:
Salam Kasih,
Walau langka pasti ada yang bisa dan kesempatan itu terbuka bagi siapa saja, karena hidup adalah sebuah pendakian, tentu melalui proses yang tidak semudah mengatakannya. Tetapi jika Tuhan mau dan berkarunia, maka tiada yang mustahil. Bisa jadi karunia itu mengalir lewat Guru-guru kerohanian, juga melalui Meditasi Angka.
Sriguru
Mk. Danu
---o0o---
Rahayu:
Salam kasih,
Renungannya mengingatkan pada peristiwa lampau, ada seorang anak usia remaja yang putus asa karena cinta dan merasa dirinya tidak disayang oleh keluarganya, berencana akan mengakhiri hidupnya dengan jalan yang menurutnya cukup ampuh dan simple. Dia berjalan perlahan ke perempatan jalan raya yang sangat ramai. Ketika lampu hijau akan menyala, dia dengan sengaja berjalan ditengah-tengah, maksud hati agar ada kendaraan yang menabrak dirinya secara tidak sengaja, tetapi yang terjadi malah kendaraan-kendaraan berhenti mendadak karena kaget melihat ada remaja yang sedang melintas jalan raya.
Turunlah orang-orang dari kendaraan dan mengomeli remaja tersebut, namun remaja tersebut menangis dan berteriak, knapa saya tidak ditabrak saja? sambil setengah pingsan, akhirnya digotong ke pinggir jalan... Setelah beberapa lama remaja ini sadar, kemudian teman kakaknya (si B) yang lewat dan kaget dengan peristiwa tersebut, akhirnya si remaja diajak oleh B ke suatu tempat yang teduh dan
bersuasana spiritual untuk dihibur. Disitu dia mendpt banyak kesadaran bahwa bunuh diri bukanlah solusi.
Setelah beberapa waktu dia menemukan siapa dirinya, keluarganya ternyata sangat sayang padanya, percaya diri, dan segala masalahnya mulai dapat dilupakan.
Kembali ke topik bunuh diri, kenapa sampai dikatakan Neraka, mungkin memang begitulah rasanya, puanas sakit menderita.. bukan penyelesaian yang baik, bila hal itu terjadi, akan membuat orang-orang sekitar kita menangis berderai karena jalan tersebut tidaklah pantas dilakukan.
Sriguru,
Rahayu
---o0o---
Herry Ermawan:
Dear Mba Ayu,
Ya, itulah hasil kerjanya AHAMKARA, sang aku yang bekerja sama dengan pikiran. Dia bekerja bukan untuk siapa-siapa, hanya untuk dirinya. Kalau kita menyamakan diri dengan AHAMKARA , senang susah dating silih berganti. Biarkan gejolak pikiran berlalu, jangan diikuti. Bunuh dia dengan Angka Pilihan dan jika pikiran diam maka kita akan berada dalam kesadaran yang sejati. yaitu Diri Sejati adalah Tuhan yang satu.
Kita secara individu bukanlah Tuhan...Tuhan itu adalah gabungan keseluruhan individu, tetapi dia satu....Shri Krishna mengajarkan SAMATVAM, dualisme terjadi pada pikiran. Kita sejati melampaui pikiran dan tak terfikirkan, kesadaran agung dengan cinta tiada batasnya.
Bunuh diri adalah karena kita benar-benar terperangkap dalam jebakan SANG AKU, sungguh benar itu adalah NERAKA itu sendiri. Tubuh pikirannya akan masuk dalam kegelapan yang pekat alam roh gentayangan, terperangkap sampai muncul setitik cahaya dalam pikirannya. Titik Cahaya itu akan muncul jika dia mampu mengingat ANGKA atau NARAYANA.
ANGKA adalah Radha, sakti Tuhan yang menjadikan alam berwujud ini dalam dualisme.
Sriguru,
Herry Ermawan
---o0o---
Sukada:
Salam kasih,
Artinya hidup dan menjalankan kewajiban hidup sebagai mahluk hidup di Mayapada ini adalah Sorga-nya
Semoga
Damai
W Sukada
---o0o---
Herry Ermawan:
Salam Kasih,
Sorga dan Neraka itu konon berhubungan dengan kondisi pikiran. Pada saat pikiran bahagia itulah sorga dan pada saat pikiran susah itulah neraka. Jadi sorga neraka juga kita alami selama hidup di dunia ini. Kondisi yang melampai itu adalah Samatvam, kepasrahan total...... Pikiran hanya mengamati tanpa memberikan reaksi. Dalam pikiran yang diam maka Nurani akan menuntun dimana badan kita akan menjadi alat sepenuhnya bagi Tuhan dalam memainkan leelanya... seperti wayang... actions without (individual) motives...
Medang adalah jalan simple yang powerful untuk menuju kondisi demikian...
SriGuru
Herry Ermawan
---o0o---
Sutisna:
Salam Kasih,
Renungan 105 " Bunuh diri bukanlah tindakan pengecut" bila kita telaah secara mendalam memang betul tindakan sipelaku itu termasuk tindakan hebat karena tidak takut merasakan sakitnya/tersiksanya atas perbuatannya.... kalau pengecut seperti bagian tubuh kita ada yang mencubit sedikit saja terasa sakit, atau tertusuk duri kita sudah teriak wadouwh... sakiit. Ini barangkali disebut pengecut kalau ditinjaudari sudut pandang sipelaku bunuh diri itu sendiri..
Bukanlah dosa melainkan ia adalah Neraka itu sendiri.. yaah sudah jelas, karena perbuatan mati tidak wajar.. di Bali umum disebut mati SALAH PATI/mati sia-sia atas perbuatannya sudah pasti masuk NERAKA.. Bila mati wajar kemungkinan dosanya baik (Sorga/Alam Nirwana ), atau dosanya buruk bergantung kepada perbuatan masing-masing individu selama hidupnya di dunia ini. Akan tetapi Bunuh Diri sudah pasti NERAKA itu sendiri ( sudah tidak ada tiket untuk merubahnya ).
Coba kita sedikit berilustrasi.
Kalau seseorang ikut program Asuransi Jiwa, bilamana dalam masa pertanggungannya yang bersangkutan MATI secara WAJAR maka yang bersangkutan dijamin Pasti secara Yuridis formal/defacto berhak atas Claim Asuransinya mendapatkan santunan ( mendapatkan sejumlah uang untuk yang ditinggalkan berikut penyelesaian jenazahnya sampai tuntas). Nah bila kita hubungkan Asuransi Jiwa ini dengan si Bunuh Diri (karena meninggal Tidak Wajar )...hal ini sudah pasti dikecualikan oleh Polis Asuransinya untuk mendapatkan Claim Asuransi. Artinya tidak mendapatkan hak Santunan dari Asuransi....nah itu bisa kita ibaratkan Nerakanya!?
Kalau bicara Sorga menurut keyakinan saya ada 7 tingkat = Sapta Loka. Sedangkan Neraka juga ada 7 tingkat yang disebut Sapta Patala. Bagi kita yang masih hidup barangkali kebahagian yang kita rasakan itu merupakan
pengejawantahan sebagai surganya kita hidup di dunia ini, sedangkan rasa duka/sedih/penderitaan bisa pula diibaratkan neraka. Lantas bagaimana caranya supaya kita tidak menderita/neraka???...Bergurulah kepada orang yang kita sucikan. Salah satunya tekunlah melaksanakan MEDITASI ANGKA dengan segala TUNTUNANNYA, dijamin terselamatkan.
Kira-kira apa yang melatar belakangi hingga seseorang berani mengambil jalan pintas Bunuh Diri??? Rasanya banyak hal yang menyebabkan tindakan tersebut. Masih ingat ceritera Legenda di Bali zaman dulu contohnya mengenai ceritera Nyoman Jayaprana dan Istrinya Ni Luh Layon Sari. Karena mempertahankan kehormatannya atas kebiadaban Rajanya yang memperdaya suaminya (Nyoman Jaya Prana) disuruh berperang melawan musuh ditengah hutan daerah Teluk Terima/Singaraja Barat deket Pulaki. Yang pada akhirnya ditengah hutan Nyoman Jaya Prana diperdaya dan dibunuh oleh patihnya Raja yang bernama Patih Sawonggaling sedangkan istrinya diculik oleh Raja mau diperkosa/diperistri. tetapi karena tidak sudi, ia berontak, akhirnya untuk menjaga martabatnya, ia melakukan bunuh diri dengan masuk kedalam api yang sedang membra hingga meninggal.
Contoh lainnya..ingat kejadian ambruknya perekonomian Amerika di Tahun 2008 yang berimbas pada dunia sampai saat ini kita rasakan akibatnya. Karena penyaluran kredit perbankan secara besar-besaran tanpa perhitungan cermat untuk membiayai pemilikan rumah yang dikenal dengan kredit SUBPREME MORTGATE. Dimana hampir seluruh nasabahnya tidak bisa membayar kewajibannya ke Bank. Ada yang biasa main saham yang sudah menjadi milyader hidup bergelimangan kemewahan (hidup keduniawiannya sudah tak terkatakan kemewahannya, segala fasilitas hidup mulai pesawat terbang, kapal pesiar dan sebagainya mereka militi. Hanya satu hal yang barangkali tidak dimilikinya yaitu Pengetahuan tentang ATMA TATVA). Mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa agar kita mengetahui siapa AKU, menadi siapa SAYA agar tidak lupa Beryadnya/bersedekah dengan tulus. SEORANG PIALANG SUKSES (namanya lupa) tiba-tiba melakukan tindakan Bunuh Diri dengan menabrakkan dirinya ke Kereta Api di salah satu kota New York ( kalau tidak salah) karena stress bahwa hidupnya dianggap sudah tidak berarti. Malu tidak bisa bayar hutang,(harga saham sudah jatuh/rugi besar),.. kecewa karena Moha/KETERIKATAN, atau karena kemampuan MAYA yang belebihan dan sebagainya.
Kedua contoh diatas menggambarkan bahwa mati sia-sia kemungkinannya sebagai penghuni NERAKA.
Nah untuk hal itu coba saya sampaikan sebuah ceritera sbb:
Pada suatu hari Betara Indra (Dewa tertinggi), dikutuk menjadi babi di dunia ini, karena lahir sebagai babi, ia melewatkan hidupnya dalam kubangan lumpur yang kotor. Ketika Maha Rsi Narada lewat dan melihat babi ini beserta keluarganya, ia mengenali Betara Indra dalam wujud itu (Babi) dan sangat kasihan melihatnya. Narada berkata kepada babi itu, “Hai Indra lihatlah BETAPA MEROSOTNYA martabatmu, wujud badan apa yang kau pakai itu? Mengapa ini bisa terjadi? Tetapi tidak apalah, jangan khawatir, akan kubebaskan engkau dari kutuk ini. Aku bisa menggunakan segala kemampuan TAPAku untuk menolongmu. Sebelum melakukannya, Narada kembali berkata lagi dengan penuh simpati, “Betara Indra, anda adalah seorang tokoh yang seharusnya menikmati segala kesenangan surgawi telah dijadikan wujud yang amat menyedihkan seperti ini, alangkah malang hidupmu sekarang?”.Indra dalam Wujud Babi menjawab, “Narada...kenapa engkau menghalangi kebahagiaanku? Kebahagiaan yang aku peroleh dari air kotor ini tidak akan dapat kuperoleh ditempat lain, hidup yang amat menyenangkan yang aku nikmati bersama istri dan anak-anakku dalam air yang berlumpur ini, tidak dapat kuperoleh di SURGA. tolong jangan mencampuri urusan hidupku dan menghalangi kebahagiaan yang kunikmati sepenuhnya ditempat ini. Silahkan urus dirimu sendiri.
Nah rupanya betara Indra yang terbius oleh khayal KETERIKATAN, tidak menyadari nasibnya yang menyedihkan itu.
Sekian...
okasutisna---o0o---
|