Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MINUMAN PENYEGAR SEORANG GURU SPIRITUAL ( BAG. 2)
Posted by Darmayasa on 2010-06-04
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Selanjutnya, dalam perkembangan perjalanan latihan karatenya, khususnya ketika ia hendak mengikuti turnamen karate, si murid sempat keseleo... dan terpancing oleh bujuk rayu guru lain. Saat itu ia diiming-imingi segala macam kesenangan dunia, hingga akhirnya ia mengabaikan gurunya sendiri dan mulai berlatih dengan tekun pada guru barunya. Sedangkan guru Jepangnya yang asli merasakan kesakitan atau penderitaan yang luar biasa karena berpisah dengan murid yang dikasihinya. Akan tetapi, saat itu ia tidak dapat berbuat banyak untuk meminta muridnya datang kembali padanya dan menekuni pelajaran yang diajarkannya.

Seorang Guru yang benar berpantang memanggil apalagi memaksa murid datang pada dirinya. Ia tidak silau oleh jumlah murid atau pengikut.

Akhirnya pada turnamen karate itu si murid tidak mampu berbuat banyak. Berulangkali ia mengalami kekalahan fatal, sampai pada akhirnya guru Jepangnya mendekatinya ketika ia terjatuh karena hempasan musuhnya. Lalu gurunya yang asli tersebut membisikinya bahwa ilmu karate yang ia ajarkan tidak akan pernah hilang dari si murid itu. Ilmu tersebut akan segera datang kalau si murid tetap percaya pada gurunya.

Singkat cerita si murid menghormat pada gurunya, lalu mulai mempraktikkan hanya ...eh... huruf besar lagi... HANYA apa yang diajarkan oleh gurunya. Dan hasilnya ternyata si murid dengan mudah dapat mengalahkan musuhnya. Hingga akhirnya si muridpun dapat menjadi juara....

Demikianlah, dalam perjalanan penitian praktik spiritualnya, seorang murid mungkin keseleo mengabaikan pelajaran gurunya, karena tertarik pada kerlap-kerlip dan keindahan penuturan guru lain, lalu ia mulai mengabaikan dan bahkan "mengecilkan" gurunya. Pada saat itulah awal kejatuhan seorang murid, kalau ia menyadarinya.

Bagi seorang Guru, kesalahan seorang murid spiritual yang disebabkan oleh kekurangannya yang normal sebagai seorang insan, ternyata adalah minuman penyegar bagi seorang guru spiritual. Tetapi, kesalahan yang dengan sengaja meninggalkan serta mengecilkan "keguruan"-nya, tentu saja berbeda jauh. Mengecilkan "nilai" guru yang bonafid dan tulus hanya berarti penggalian lubang maha dalam untuk mengubur diri si murid itu sendiri, karena kesalahan terhadap orang yang menjalankan misi suci adalah kesalahan paling berat di seluruh alam semesta ini. Dalam Canakya Nitisastra Bab 15, Sloka 2, ada disebutkan bahwa; walaupun Guru hanya mengajarkan satu huruf saja kepada murid, maka di atas bumi ini tidak ada sesuatu milik/harta yang dapat dipakai melunasi hutang ilmu si murid kepada Gurunya.

Artinya bahwa satu kata dari seorang guru spiritual akan mampu mengangkat sang murid dari lembah kesengsaraan, menuju kebahagiaan spiritual sejati. Demikian pentingnya penyerahan diri secara total dari seorang murid untuk dibentuk oleh guru spiritual, sehingga tanpa penyerahan diri secara total (seperti yang diistilahkan Guruji sebagai: collaps your mind, open your heart) maka usaha seorang Guru Spiritual yang sehebat apapun tidak akan mampu membawa sang murid ke pintu gerbang spiritual.

Murid harus memahami bahwa Guru adalah Kebenaran Sejati, meskipun secara logika atau akal pikiran sang murid yang sangat sangat sangat terbatas kelihatan sebagai sesuatu yang salah, ataupun menyimpang, maka sang murid yang telah mampu menerapkan teknik “collaps your mind, open your heart”, tidak akan lagi menimbang-nimbang apakah yang diperintahkan Gurunya layak dilakukan atau tidak.

Ketika murid melangkah seperti itu maka ia akan selalu mendapatkan berkah yang sejati dari Gurunya. Sebaliknya murid yang tidak mampu menyerahkan diri sepenuhnya pada Guru, maka ia akan kehilangan banyak kesempatan untuk maju sekian langkah. Terlebih lagi seorang murid yang telah mampu mendikte gurunya, maka ia akan terjatuh mundur jauh ke belakang. Bahkan bukan tidak mungkin segala berkah yang telah dikaruniakan oleh Guru Sejati/Tuhan YME akan lepas dari genggaman tangan seorang murid seperti itu.

Namun, bagi seorang Guru yang bonafid, beliau tidak akan terlalu memperhatikan kekurangan sang murid, karena dengan divine love yang menjadi misi kelahirannya ke dunia ini, seorang Guru yang bonafid hanya akan mem-fokuskan pada kemajuan dan hanya kemajuan sang muridnya, untuk dapat lepas dari lingkaran penderitaan duniawi. Seorang Guru tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya di dunia ini bila murid-muridnya belum mampu mencapai pembebasan. Demikian berat tugas kewajiban serta kualifikasi yang diperlukan bagi seorang Guru Spiritual yang bonafid, yang memang bertujuan mulia untuk membantu orang-orang yang menderita dalam ikatan material. Guru yang bonafid di zaman “kali” ini sangat-sangat sulit didapatkan, karenanya berbahagialah seseorang yang atas izin Guru Sejati/Tuhan YME mendapatkan kesempatan untuk di”bentuk” oleh seorang Guru Bonafid yang dengan tulus hanya menginginkan kebahagiaan semua insan, bahkan kebahagiaan semua makhluk.

Semoga teman-teman pe-Meditasi Angka berbahagia, dan dengan mantap melangkah setapak demi setapak menuju pintu gerbang spiritual untuk meraih kebahagiaan sejati.

(.....Selesai.....)


Sriguru,
Darmayasa

Renungan no. 162











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar