MEMANG SULIT MELIHAT ORANG LAIN MAJU, TETAPI COBALAH Posted by Tamtam Setiawan on 2010-08-21 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Berikut Kumpulan Pembahasan Renungan 112 terdahulu:
"Memang sulit melihat orang lain maju, tetapi cobalah!" (Darmayasa)
---o0o---
Janiasih:
Salam Kasih,
Renungan di bawah sepertinya sangat kental ada dalam benak, Kalau di pikir pikir
semua insan pernah mengalaminya, tetapi mungkin ada yang bisa menyembunyikan ada yang malah terang terangan menunjukkan rasa tidak sukanya.
Istilahnya Susah melihat senang, senang melihat orang susah, ataukah bahagia
melihat orang susah dan menderita melihat orang senang. Ini terjadi saya kira
hampir di semua belahan bumi, kalau kita mau jujur di lingkungan kerja ataukah
mungkin di lingkungan para pemeditasi Angka sendiri hal-hal seperti itu masih
terlihat, sepanjang Tidak mengganggu para pemeditasi lain ataukah Guru saya kira
sah-sah saja, apalagi kalau di jadikan motivasi untuk menempa diri ke arah
kemajuan kita dalam spiritual saya kira sangat di harapkan, sama halnya di
perusahaan-perusahaan banyak hal bisa di jadikan motivasi supaya karyawan lebih
giat bekerja, dan kemajuan seseorang biasanya selalu di ikuti oleh perasaan ego
yang berkembang & munculnya perasaan tidak suka pihak lain.
Mungkin ini yang harus di waspadai, bagaiman bisa bersikap bijak, supaya di satu
sisi kita tidak tinggi hati karena kemajuan yang kita capai, di pihak lain kita
bisa mentolerir teman lain yang merasa terbakar cemburu/kecewa dan memberi
mereka semangat/motivasi supaya bisa sejajar maju bersama sama baik dalam hal
spiritual maupun material.
Dengan selalu berfikir positif, bahwa orang yang ada di depan kita memang berhak
mendapatkannya, karena ketekunan dan keuletannya, misal dalam bekerja ataukah
dalam menjalankan semua perintah Guru, saya yakin kita bisa meminggirkan rasa
tidak suka kita pada kemajuan teman /orang lain.
Damai NJ
---o0o---
Widyasthana:
Salam Kasih,
Melihat orang lain maju memang sering membuat saya iri. Apalagi kalau saya tahu
kalau orang itu adalah teman seperjalanan sejak awal. Lah...kok dia yang maju?
Menyadari penyebab orang lain bisa maju (secara wajar) sedangkan kita tidak,
merupakan cara ampuh untuk kita bisa menerima hasil yang diperoleh orang lain.
Kemajuan bisa berbagai macam: spiritual, karier, usaha, dan lain-lain.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Sriguru,
paw
---o0o---
Suryantha:
Salam Kasih,
Apa yang dipesankan guru dalam renungan ini *seratus persen terjangkit pada
semua orang*, tetapi jika kita sulit melihat orang lain *maju dalam dunia
material*, (aduh...bahaya) ini yang harus segera diwaspadai, dialihkan dan
dikendalikan sekuat-kuatnya, karena sikap itu perlahan akan memebawa kita *
jauh* dari guru dan pada akhirnya *lupa* pada guru.
Kalau kita berhasil mengalihkan dari sulit melihat orang lain maju dalam
dunia material *ke* sulit melihat orang lain *maju dalam dunia spiritual*,
maka kita akan selalu ingin mendekati guru untuk bertanya kepadaNya, sebagai
tanda kita sudah berhasil dalam pengalihan itu (ya...jadi ada sedikit
positifnya), setelah kita berhasil pada *langkah pengalihan* maka kita akan
memperoleh lebih banyak tanda-tanda bahwa kita pun telah mulai masuk kedalam
kalimat terakhir dari renungan ini; *'cobalah'*.
----------
*"sulit melihat orang lain lebih dari diri kita adalah penderitaan
sesungguhnya!, karenanya kita akan berubah menjadi kutu loncat; loncat dari
guru satu keguru lain sampai akhir hidup, yang diperoleh hanyalah
kesia-siaan"
----------
*semoga dipahami. karena hamba sendiri kurang paham (maaf).
syt.
---o0o---
|