KEBAIKAN UNTUK YANG LAIN (BAGIAN 2) Posted by Darmayasa on 2010-08-30 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang pe-Meditasi Angka, maka itu berarti kita menjadi orang yang terinspirasi setiap saat untuk berbuat sesuatu demi kebaikan orang lain. Artinya ia akan selalu jeli melihat dan menangkap segala kesempatan untuk berbuat kebaikan demi yang lain. Apa pun yang terjadi di sekitarnya, ia akan begitu cekatan untuk melihatnya sebagai "alasan" dan "sarana" untuk melakukan kebaikan kapada yang lain. Saya memakai kata “Yang lain” untuk membedakan kata "Orang lain", karena kata orang lain memberi pengertian bahwa kita melakukan sesuatu kebaikan hanya kepada mereka yang bernama manusia, lalu kepada yang selain manusia kita tidak berniat melakukan kebaikan sedikit pun. Karena itulah saya memilih kata "Yang lain" untuk menunjukkan suatu kebaikan secara menyeluruh dan bukan kebaikan picik secara sepihak saja.
Dalam cerita kali ini Maharesi Dadhici tidak memiliki kebaikan yang sangat terbatas. Demikian pula pada cerita dalam renungan terdahulu Maharaja Dilipa juga tidak memiliki kebaikan picik. Beliau bahkan siap mengorbankan nyawanya demi seekor hewan. Nah kebaikan seorang pe-Meditasi Angka hendaknya bukanlah kebaikan tipis, juga bukan kebaikan sempit, melainkan ia adalah kebaikan menyeluruh yang menunjukkan Kasih Sejati alias Divine Love yaitu sebuah kasih Divine yang Maha Utama. Ia bukanlah kebaikan picik, apalagi kalau kita memiliki kebaikan yang terturtupi segala kerakusan duniawi, bahwa kita berbuat baik kepada seseorang karena kita menginginkan sesuatu dari orang tersebut. Kita siap melakukan apa saja demi orang tersebut, kapan pun, dan di mana pun, serta dalam keadaan apa pun, plus dengan cara bagaimana pun, tetapi begitu orang tersebut tidak dapat memuaskan keinginan kita meski hanya sedikit atau berupa hal yang sangat kecil saja, maka segala kebaikan tersebut segera berubah wujud dari wajah Bidadari,
atau Dewa tiba-tiba dengan sedemikian mudahnya berubah menjadi wajah Raksasa atau Monster yang sangat mengerikan, dan ia mulai berpikir, berkata dan berbuat hal-hal tidak baik kepada orang yang tadinya atau kemarinnya ia layani dengan penuh Bhakti dan Kasih.
Nah.... kebaikan yang harus kita perbuat adalah sebuah kebaikan yang memang murni kebaikan, dan bukan kebaikan yang dibaliknya ada tersembunyi sesuatu hal lain, atau berbagai keinginan duniawi untuk kepentingan pribadi.
Kebaikan yang hanya kebaikan alias murni tanpa pamrih apapun demi keuntungan pribadi akan mengantarkan seseorang kepada kesinsyafan diri yang baik, dan bukan hanya membantu, melainkan ia adalah merupakan hasil dari Meditasi Angka yang kita lakukan.
Tetapi kalau kita belum membawa segala nasehat ini kepada diri kita, atau kalau kita sendiri belum melakukan kebaikan terhadap diri kita, maka kapan pun kita tidak akan pernah mampu berbuat kebaikan kepada orang lain dengan murni dan dengan kasih yang sejati.
Oleh kerena itu, seorang pe-Meditasi Angka hendaknya mengarahkan terlebih dahulu nasehat ini kepada dirinya sendiri, yaitu berbuatlah kebaikan pada diri sendiri terlebih dahulu. Karena dengan berbuat kebaikan demi diri sendiri, maka kita akan mengerti bagaimana bahagianya orang mendapatkan bantuan kebaikan dari diri kita, dan itu sangat bernilai.
Setelah berbuat kebaikan untuk diri kita sendiri lalu kita harus mengarahkan segala kebaikan teruntuk lingkungan kita. Lingkungan yang dimaksudkan bisa terhadap anak, istri, suami, saudara, bapak-ibu, tetangga, teman-teman dekat dan lain-lain, tetapi ia juga bisa diarahkan untuk lingkungan di sekitar kita seperti tumbuhan, halaman, taman, tempat sembahyang kita, ashram atau center meditasi, dan lain-lain. Kebaikan tidak terbatas dan menyeluruh seperti itu adalah kebaikan sempurna. Dan hanya kebaikan seperti itulah yang berhak diberi nama “kebaikan”.
Seorang pe-Meditasi Angka yang baik akan memilih kebaikan yang hanya kebaikan dan me-minimize sedapat mungkin kebaikan yang ada pertimbangan-pertimbangan tertentu di baliknya.
Demikian teman-teman semua, mulailah memikirkan kebaikan, mulailah membawa kebaikan ke dalam diri kita, mulailah menjadikan setiap pori-pori, darah dan daging kita agar dipenuhi oleh kebaikan murni. Jauhkanlah diri kita dari kebaikan yang penuh keberangasan, atau penuh keinginan pribadi, atau penuh rasa iri hati. Raihlah kebaikan yang hanya kebaikan. Jangan biarkan kebaikan maha indah itu pergi dari tangan kita. Genggamlah, milikilah, dan berbahagialah. Jangan berbangga memiliki kebaikan sepihak, kecil dan sempit, karena kebaikan seperti itu penuh dengan keterbatasan serta memberikan ketidaktenangan dalam hidup kita.
Berbuat baik pada diri sendiri, selain berarti menjaga segala kebaikan untuk diri kita, juga menjaga kebaikan, kebersihan dan kesucian lingkungan kita. Termasuk kebaikan yang kita seringkali tidak mengerti dan abaikan, yaitu membiarkan lingkungan kita penuh sampah plastik. Bentuklah kesadaran bahwa kita tidak nyaman dengan sampah plastik.
Barangkali Renungan kali ini dimengerti sebagai tidak ada hubungan dengan Meditasi Angka, tetapi ia sangat masuk akal untuk dikatakan "Bukan pe-Meditasi Angka" kalau ia merasa nyaman melihat sampah plastik bertebaran di mana-nama di lingkungan sekitarnya yang akan merusak alam semesta yang telah dengan penuh kasih memebrikan kita tempat hidup dan memberikan segala keindahan serta kesegarannya."
Saya kira Renungan ringan kali ini cukup untuk memberikan aba-aba akan "wajah" Meditasi Angka kita ke depan.
(.....Selesai.....)
Sriguru,
Darmayasa
|