JANGAN BERMIMPI ORANG BUTA MENJELASKAN KEINDAHAN PELANGI DI LANGIT Posted by Tamtam Setiawan on 2010-09-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Sebagai penutup, berikut kami kirimkan tanggapan teman-teman terhadap Renungan 112 terdahulu:
"Jangan bermimpi orang buta menjelaskan keindahan pelangi di langit." (Darmayasa)
---o0o---
Widyasthana:
Salam Kasih,
Kalau kita ingin tahu sesuatu, penting untuk bertanya pada orang yang
betul-betul mengerti tentang hal yang ingin kita ketahui. Beberapa orang
berbicara tentang hal yang tidak dia ketahui dengan pasti tapi seolah dia tahu
pasti. Ini sangat menyesatkan.
Untuk mengenal spiritual, bertanyalah pada yang hidup dalam spiritual, bukan
pada pembaca dan penghafal buku spiritual. Untuk bertanya tentang matematika ya
harus tanya pada ahli matematika. Demikian juga yang lainnya.
Semoga demikian yang dimaksud.
Sriguru,
paw
---o0o---
Adi Candra:
Salam Kasih,
Benar seperti yang dikatakan oleh pak Aris, bahwa untuk belajar sesuatu, sesederhana apa pun itu, kita perlu berguru. Untuk hal-hal duniawi pun, seperti belajar fotografi, belajar mengetik, dan lain-lain, kita perlu berguru/kursus. Apalagi untuk hal yang sangat penting, tentang belajar Spiritual, kita sangat perlu seorang Guru. Kadang guru bisa hadir dalam bentuk apa pun. Kadang kita bisa belajar dari anak kecil, dari binatang, dari alam, dan lain-lain. Namun untuk hal yang serius, kita perlu berguru dengan serius.
Seperti renungan di atas, dalam memilih Guru Spiritual, jangan sampai kita salah pilih, berguru pada Guru yang Buta Spiritual. Yang akan kita dapatkan hanyalah sebuah ketersesatan spiritual, atau pun tidak mendapatkan hasil apa-apa. Untuk menemukan guru spiritual, bukan pula hal yang mudah. Di zaman edan ini, sangat banyak guru spiritual yang seperti "musang berbulu domba". Kita harus sangat berhati-hati. Untuk belajar spiritual, kita harus berguru pada orang yang telah ada dalam hidup spiritual. Segala pikiran, perkataan, perbuatannya sepenuhnya spiritual. Itulah guru spiritual sejati.
Bersyukurlah kita yang sudah menemukan guru seperti itu.
Salam damai,
adi
---o0o---
Agung Parwati:
Salam Kasih,
Sebutan 'guru' bukanlah hanya sekedar sebutan belaka namun dibalik itu memiliki
makna serta tanggung jawab yang amat sarat dan berat.
Zaman dahulu, jabatan Guru sangatlah dihormati, dikagumi sehingga orang-orang di
desa sebagian besar memiliki cita-cita menjadi guru. Seperti kita ketahui, guru ada beberapa macam, orang tua kita juga menyandang gelar guru rupaka.
Kembali kepada topik dibawah, memang harus ekstra hati-hati dalam memilih guru,
apalagi guru spiritual. Karena jika salah memilih, kita yang jadi korban dan
jadi keblinger dan 'mabok'.
Nah bersyukurlah bagi anda yang telah menemukan guru spiritual yang hidup dalam
dunia spiritual yang mampu menjadi panutan bagi murid-muridnya. Semoga kelak
saya juga menemukan satu.
Sriguru...
---o0o---
|