Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
RAHASIA TETAP FIT DENGAN MEDITASI ANGKA (BAGIAN 2)
Posted by Darmayasa on 2011-07-01
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Kita perlu menyadari bahwa masalah yang datang kepada kita adalah sebuah berkah, dan juga hadiah yang sangat istimewa, karena tidak sembarangan orang mendapatkan kesempatan diberkahiNya, dan ia hanya milik bebrapa orang saja di dunia ini. Seperti yang saya tuangkan dalam sebuah renungan, bahwa 80% berkah datang dalam bentuk masalah atau kedukaan.

Disini kecerdasan Spiritual kembali perlu kita kedepankan, karena bukan berarti kita harus menyimpan dan memikul masalah atau kedukaan sepanjang hidup kita karena ia adalah sebuah “berkah”, tetapi ia lebih pada bagaimana kita menerima datangnya masalah dan kedukaan dengan hati yang tulus, tanpa merasa benci, apalagi berbalik malah membenci Tuhan karena telah mengirimkan masalah atau kedukaan. Tetapi kita perlu menerima berkah yang datang dalam bentuk masalah dan kedukaan tersebut sebagai sebuah batu loncatan, yang akan menempa diri kita sehingga menjadi orang yang kuat, serta layak untuk menerima berkah sesungguhnya yang bersembunyi dibalik kedukaan dan masalah tersebut.

Namun sekali-sekali tidak ada salahnya jika kita perlu membiarkan diri kita menangis. Karena menangis disini bukanlah tangis karena kita lemah dalam menghadapi kedukaan, tetapi sebuah tangis yang penuh makna. Tangis akan membersihkan diri kita dari kedukaan.
Dan bukan hanya itu saja, jika kita perhatikan udara di kota-kota besar yang penuh dengan polusi, maka dengan menangis berarti kotoran yang tertimbun di dalam mata kita akan keluar, dan itu artinya kita tidak perlu membeli obat tetes mata untuk itu (hehehe).

Selain itu dengan menangis, peredaran darah kita akan menjadi lancar, artinya kita sudah hidup lebih sehat. Hal lainnya adalah dengan menangis berarti kita telah mengeluarkan segala beban pikiran kita, lalu kita menjadi “plong”. Dan yang sering tidak kita pahami adalah bahwa tangis itu langsung menghubungkan kita dengan Tuhan tanpa kabel, tanpa doa, tanpa sarana sembahyang, tanpa wireless, tanpa mantra, dan lain-lain. Karena Tuhan sangat mengerti harga dan nilai tetes demi tetes air mata itu. Menangis bukan hanya layak dilakukan oleh wanita, tetapi laki-laki yang seringkali merasa dirinya kuat dan gagah, perlu juga sesekali membiarkan dirinya menangis dihadapan Guru/Tuhan.

Di dunia ini tidak ada manusia yang bersih, karena sejak lahirpun, kita sudah terkontaminasi dengan berbagai kedukaan dan kotoran dunia, dan memang tidak bisa dihindari. Seiring dengan pertumbuhan badan kasar kita, dalam pergaulan serta pengaturan makananpun kita semakin jauh terseret menjauh dari kesucian lahir maupun batin. Meskipun kitab-kitab suci, bahkan dalam salah satu bait Guru Stotra juga disebutkan bahwa kita adalah percikan suci dari Tuhan, namun kita belum layak untuk menganggap atau menempatkan diri kita “Sama Sucinya” dengan Tuhan. Karena Tuhan tidak pernah tersentuh oleh kedukaan dan kekotoran duniawi, sedangkan kita terperangkap dalam kubangan duniawi. Untuk itulah kita perlu dengan tekun dan terus-menerus tanpa kenal lelah untuk membersihkan diri kita melalui Meditasi Angka Lima Menit untuk sedikit-demi sekikit menjadikan diri kita layak untuk mendapatkan karuniaNya.

Setelah itu yang berikutnya kita perlu lakukan adalah membuang segala beban yang tidak berguna itu. Untuk apa kita bawa dia setiap saat di kepala kita menjadi hantu yang berbahaya? Segeralah buang beban tersebut dengan senang hati,
karena ternyata yang kita junjung terus di atas kepala kita itu adalah beban yang menyengsarakan. Senyumlah… ya, buang dia dengan senyuman.

Mari kita ganti beban itu dengan hiasan-hiasan dalam bentuk senyum baik dari kita maupun dari orang sekitar kita.
Buatlah diri kita dipenuhi oleh senyum, dan buatlah sekitar kita juga penuh senyum,
maka disitulah dunia akan menjadi milik kita, dan dunia akan memberi segala apa yang kita perlukan. Dan kita akan menyadari bahwa ternyata kita bukan budak kedukaan. Jadi ikhlaskanlah beban dan kedukaan itu pergi dari diri kita. Kita terlahir di dunia ini bukan untuk memegang erat dan memikul beban serta kedukaan sepanjang hidup.


Hadiah dari Tuhan adalah hadiah yang akan membuat seseorang menjadi “Manusia”, dan bukan hadiah yang membuat seseorang berubah menjadi “binatang berkaki dua”.

Dengan usaha yang tekun dalam melaksanakan praktik Meditasi Angka, adalah pasti jika kita akan diubah olehNya dari sekedar bonatang berkaki dua menjadi Manusia dalam arti yang sesungguhnya. Untuk itulah tanpa pernah bosan dan mungkin teman-teman bahkan ada yang mengira saya “cerewet” karena selalu menekankan agar jangan pernah mengabaikan praktik Meditasi Angka (minimal) lima menit, dan sebisanya dilakukan lima kali dalam sehari, karena hanya itulah jalan satu-satunya yang akan menjaga kita selalu terhubung dengan Guru/Tuhan.

Semoga renungan kali ini membawa manfaat, dan semoga teman-teman pe-Meditasi Angka selalu berbahagia.

(.....Selesai...)


Sriguru,
Darmayasa











Godaan Spiritual (bag-2)
Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud

Gerakan Suryanamaskar