Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
KENAPA MEDANG?
Posted by Mahardika on 2011-11-19
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Masih dalam urutan waktu yg berlanjut, pembicaraan menuju pada indahnya pergaulan dalam medang. Namun terselip juga dalam benak saya, semoga pergaulan ini tetap bertahan sepanjang jaman. Sengaja judulnya saya tulis demikian, antara bertanya dengan pernyataan. Mewakili awal perkenalan dg Medang yg berjalan begitu saja tanpa terencana. Ya... Karena saya bukan pencari ke dalam diri, murni seorang advanturer alam dan kadang sosial.

Obrolan berikut tidak murni demikian, sdh saya sesuaikan dengan mood saat ini.. Mohon dinikmati saja sebagai penyedap.

M : saya amati dan ini hampir sebuah fakta yg lengkap, apakah Medang akan mengalami sejarah yg sama seperti Kelompok Penekun lain, dimana terjadi disharmoni diantara penganutnya shg akhirnya berseberangan jalan ?

G : Ya, hal semacam itu kadang tdk bisa dihindari. Kemampuan dan pencerahan yg
dialami setiap orang berbeda. Perbedaan ini yg seolah terlihat seperti jalan yg
berbeda.

M : Berapa generasikah kita masih bisa bertahan

G : Kita tidak akan tahu bagaimana kelanjutannya. Apapun kemudian yg terjadi, pastilah sesuatu yang baik. Itu kita berani pastikan dan memang sesuatu yg pasti.

Selanjutnya semua amerta itu mengalir dalam wejangan Guru.

G : Perlu kita sadari, bila kita telisik satu demi satu maka Medang ini sudah demikian Sempurna adanya.
1. Kita memiliki Guru yang lahir di keluarga Guru di Vrindhavan, tempat yang sempurna yg tdk banyak orang memiliki kesempatan tsb, dan beliau juga seorang Guru yang Sempurna
2. Medang memiliki Parama Dhama yg juga terpilih dan sbg tempat yang Sempurna juga. Memiliki berkah dan membagikannya kepada yg berkunjung tanpa memilih, apakah dia pemedang atau bukan
3. Medang memiliki cara dan ajaran yang sederhana namun penuh dg Kesempurnaan, Divine Love... Setiap orang yang melek mengenal angka dan pasti mampu melakukan Meditasi dalam Angka, walau hanya sedetik dua detik.
4. Medang memiliki pergaulan indah - tulus yg sempurna juga. Pergaulan yg dilandasi kasih tanpa motif, motif utk kepentingan pribadi.
5. Medang menjanjikan hasil Pasti yg sempurna pula. Bila lelap dalam medang maka hasilnya pasti terjadi peningkatan spiritual dan kecendrungan untuk berbuat baik bagi sesama.

G : itulah yang perlu disadari dan selalu ditanamkan dalam sanubari setiap pemedang

M : Guru, bagaimana caranya mencegah agar kesempurnaan itu tidak menjadi arogansi spiritual ?

G : itulah yg sempat kita singgung dg Pak Sanisca, mengenai baju spiritual. Hendaknya ajaran indah ini janganlah dijadikan hiasan - baju - yg kita pamerkan dalam kata yang kosong.

M : Bukankah kasih ini perlu kita bagikan pada yang lain ?

G : Badah, Sanis tdk menangkap maksud saya. Ke lima kesempurnaan itu resapilah dalam kalbu, jadikanlah dia tuntunan, lakukanlah sebagaimana adanya dg cerdas. Bila kita bertutur dan berlaksana dalam divine love, tanpa berteriak "Medang" pun orang lain akan merasakan kesejukan Medang. Itulah intinya menjadi Pemedang tanpa perlu memamerkan "Baju Medang"

M : Kembali pada pertanyaan saya di awal, bagaimana bila seiring waktu Pak Tam Tam tiba2 mengajarkan sesuatu yang baru, tidak lagi menyebut dirinya Pemedang ?
Seperti yg terjadi pada aliran spiritual umumnya..

G : apalah artinya sebutan. Namun seandainyapun terjadi, kemungkinannya hanya dua. Bila Tam Tam tidak mengakui Medang atau malah sebaliknya mengklaim Medang, sebagai teman kita hanya perlu menanyakan maksudnya, barangkali ada maksud baik yg tidak kita pahami. Kalaupun benar2 ditutupi oleh ego spiritual, biarlah waktu yang berbicara. Karena setiap insan pada dasarnya menginginkan yang baik dan sejuk.

G : Kemungkinan ke dua, barangkali Tam Tam mendapatkan pencerahannya sendiri. Munculnya pencerahan tidak sama pada setiap orang. Hanya satu yg pasti, walau cara berbeda asal dia berlaku masih dalam jalan divine love bagi mahkluk lain, itu masih lebih baik.

G : apapun kemungkinannya, bagi kita tidak lantas membuat Tam Tam itu menjadi orang lain. Dia tetap insan Tuhan yg tetap kita berikan kasih. Seperti yg sudah didesain atau direncanakan Tuhan bahwa kehidupan yg baik adalah kehidupan untuk saling berbuat baik bagi sesama. Paro pakarartam idam sariram. Itulah korban suci yg sesungguhnya.

G : Seperti juga beberapa teman yang tiba2 menghilang, toh tetap dalam doa kita dan kita terima apa adanya di Parama Dhama. Demikianlah kita berbagi kasih dan melayani orang sebagaimana yang diinginkannya, bukan seperti apa yg kita inginkan.

Istirahat sejenak sambil boarding ke balikpapan.
Bila ada mood, ini masih akan berlanjut... Mohon doanya.

Shri Dhuna Guru Pahimam
Shri Dhuna Guru Raksamam

Sriguru

Note : bila ada kesamaan nama waktu dan tempat, itu hanyalah kebetulan yg disengaja.

MG Mahardhika











Godaan Spiritual (bag-2)
Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud

Gerakan Suryanamaskar