Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MENANTI KEHADIRAN SANG MAHA PINANDITA (3)
Posted by Darmayasa on 2011-12-29
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Usia muda dalam hal ini adalah usia yang memabukkan, karena pada usia tersebut segalanya sedang memuncak. Kecantikan dan ketampanan badan sedang memuncak, kekuatan badan sedang memuncak, ia juga adalah masa-masa ketika arah Timur kelihatan sebagai Barat, Utara tampak sebagai Selatan, salah sebagai benar, dan segala yang terbalik lainnya.

Kitab-kitab suci mengumpamakan masa muda sebagai masa yang sangat goyah dan berbahaya. Ketika ego dan keakuan palsu menjadi dominan, jika diumpamakan seperti setetes air di atas daun bunga padma, atau seperti kata pepatah kita yang menyebutkan, bagaikan setitik air diatas daun talas. Ia menjadi tidak tetap pendirian dan mudah dibelokkan oleh hal-hal negatif yang diwakili oleh yang tampak menarik hati untuk dijalani atau dicoba bagi anak muda.

Akhirnya yang benar-benar membuat orang menjadi mabuk sampai "nyelegadag" (jatuh pingsan tak berdaya) di atas tanah adalah mabuk miras, seperti arak, whiskey dan lain-lainnya. Untuk ilustrasi dalam renungan kita kali ini, saya ada seorang saudara di India, yang sudah seperti saudara kandung sendiri. Pada awal-awalnya saya berada di India, saya sempat tinggal di rumahnya sebagai anggota keluarganya.

Pada suatu hari, setelah lama tidak berjumpa, ketika pada suatu hari saya bertemu dengannya dikediaman saya di Safdarjung Enclave, New Delhi, India, setelah melalui meditasi Saudara tersebut saya berikan shakti-pat, akhirnya sambil duduk-duduk minum dan makan-makanan kecil, ia bercerita bahwa beberapa hari lalu ia sempat mengunjungi resepsi perkawinan putra kawannya. Pada upacara perkawinan tersebut, sesuai tradisi orang-orang India untuk memeriahkan perkawinannya dengan minuman keras, maka Saudara saya itu tanpa sadar meminum minuman keras berlebihan hingga akhirnya berkicau ngalor-ngidul alias berbicara ngawur.
Keesokan paginya di rumah ia mengatakan sangat malu, karena barangkali tadi malamnya ia ber"pidato" yang tidak-tidak dan memalukan. Nah, mabuk miras menyebabkan orang tidak bisa berkata-kata yang benar, tidak bisa melihat apa yang baik dan benar. Ia juga tidak bisa mengenali siapa orang yang ada di hadapannya.

Dan juga informasi yang perlu kita sampaikan kepada saudara-saudara kita semua adalah bahwa minum minumanan keras akan menyebabkan kesadaran kita menjadi kacau dan berada dalam kegelapan. Bagi mereka yang meninggal dalam keadaan mabuk, maka mereka tidak akan mendapatkan badan lagi, melainkan mereka akan menjadi roh gentayangan kesana kemari tanpa tentu arah.

Inilah sisi berbahaya yang jarang dibahas orang mengenai mabuk-mabukan minuman keras, yang ternyata akibatnya memang betul-betul mengerikan. Tetapi, orang-orang tidak mau melihat sisi pandang mengerikan dari minuman keras dan narkoba seperti ini. Mungkin karena memang tidak bisa dibuktikan dengan mata duniawi, sehingga sulit untuk dipercaya kebenarannya.

Namun jika kita masih ingat dengan arahan kitab suci, bahwa kesadaran kita disaat kematian akan menentukan arah kita nanti, maka hal diatas tentunya tidak diragukan lagi. Sehingga seringkali kita bahas dalam renungan kita, bahwa tujuan dari hidup manusia kita adalah agar selalu ingat Tuhan setiap detik dan dalam setiap tarikan nafas, agar pada detik yang tidak kita bisa perkirakan sebelumnya, di saat kontrak kita di dunia materi ini sudah habis, maka kita akan menuju kepadaNya. Jika dalam kematian ternyata kita sedang dalam keadaan mabuk, tidak sadarkan diri, maka tentunya kita pun tidak akan sadar atau tidak mampu melihat kemana dan apa yang harus dituju saat-saat kematian tersebut tiba.

Pada akhirnya "mabuk Kasuran" juga perlu masuk pertimbangan kita semua, untuk mulai berhati-hati secara ekstra. Kasuran berarti keberanian atau kekuatan atau kesaktian. Keberanian yang berlebihan juga membuat orang menjadi mabuk. Seringkali mabuk kasuran ini membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi rusak, bahkan peperangan antar Negara atau Kerajaan juga banyak yang dipicu oleh kasuran, karena mereka ingin membuktikan dengan kekuatan serta keberaniannya, bahwa mereka layak dihormati dan ditakuti oleh Negara atau Kerajaan lainnya.

Untuk mempersingkat cerita, ada disebutkan: “Yan wanten sira sang dhaneswara”, artinya jikalau ada orang yang kaya raya, selain kaya raya ia juga “surupa” (cantik atau tampan), “guna” ia juga berhati mulia, memiliki sifat-sifat indah mulia penuh kasih, suka menolong, hartanya berlimpah. Ia juga “kulina” artinya ia juga dalam kelahiran bangsawan. “Yauwana”, dan juga disaat ketika ia sedang muda serta gagah, tetapi..., dengan keberadaan serba bagus dan menunjang seperti itu lalu ia "yan tan mada" tetapi jika ia tidak menjadi mabuk oleh semua kebaikan, kebangsawanan dan kekayaan tersebut, maka dialah sesungguhnya orang yang pantas dinamakan sebagai seorang Maha-Pinandita. Seorang Pandita atau Pinandita maha bijaksana.

Nah, orang-orang maha bijaksana seperti itulah yang sedang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh bangsa kita, dan bukan sebaliknya orang yang kaya tetapi serakah, yang meskipun sudah kaya-raya, tetapi semakin bersemangat mengeruk harta rakyat. Dalam keadaan kaya-raya, kuat, dengan kelahiran bangsawannya dan wajah "ramah"nya akhirnya ia bukannya menjadi seorang raksaka, melainkan keselo menjadi seorang bhaksaka. Artinya bukannya menjadi seorang penjaga, pemelihara dan pelindung rakyatnya, melainkan menjadi bhaksaka atau pemakan rakyatnya.

Demikian arti penting agar menjadikan semangat bagi kita untuk sekali-sekali melirik ajaran leluhur kita sehingga kita ter-rem alias terhindar dari langkah-langkah tidak terpuji di masyarakat. Bagi seorang pe-Meditasi Angka, meskipun tidak harus sempurna hingga layak menjadi pemimpin bangsa, namun dengan kontrol yang baik, maka kita akan berada dijalan selamat dibawah perlindungan Guru/Tuhan YME.

Semoga semua berbahagia.


…Selesai…

Sriguru,

(Darmayasa)











Godaan Spiritual (bag-2)
Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud

Gerakan Suryanamaskar