PELIHARALAH BADAN KITA Posted by Darmayasa on 2012-01-01 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Renungan Mingguan kali ini diambil dari salah satu naskah yang sempat dituliskan saat Wejangan Prabhu Darmayasa pada Tanggal 3 Agustus 2007.
Tadi pagi saya sempat merenung. Sesungguhnya hidup kita sangat terbatas. Kita terlalu banyak mengabaikan begitu banyak hal yang kita dapatkan dalam hidup ini, kesempatan yang diberkahi oleh-Nya dalam hidup kita. Terus dan terus.... hidup yang singkat ini kita abaikan dalam hal-hal yang begitu remeh..., namun karena kurangnya kecerdasan, kita menganggapnya sebagai sesuatu yang maha penting, melebihi kepentingan utama kita terlahir sebagai manusia, yaitu mencari sang diri yang sejati. Kita lebih banyak membuang waktu dan kesempatan hidup untuk bertengkar memperebutkan hal-hal duniawi, atau menghabiskan waktu menonton sinetron yang isinya hanyalah khayalan-khayalan yang tidak mendamaikan hati, atau menghabiskan waktu berjam-jam dengan penuh semangat untuk membicarakan orang lain bersama tetangga kesayangan kita... Sangat disayangkan sekali... Meskipun bukan berarti kita harus meninggalkan segala urusan duniawi, bukan..., karena kita hidup di dunia ini, kita juga tidak bisa lepas sama sekali dari urusan dunia... entah menghadiri rapat RT/RW, rapat orang tua murid bagi yang telah berkeluarga, atau membersihkan lingkungan rumah kita misalnya, dan lain sebagainya.
Dan karena kesibukan dengan urusan-urusan duniawi tidak penting yang kita tempatkan sebagai kebutuhan utama (ngerumpi, nonton sinetron, dan lain-lainnya), seringkali kita malah tidak memiliki waktu untuk memperhatikan badan ini. Badan adalah contoh hal duniawi yang perlu kita berikan perhatian, dan Alam dengan Badan sangat berhubungan sekali. Dalam sastra-sastra suci ada disebutkan,
bahwa Bumi dan Alam semesta disebut sebagai "Bhuwana Agung" (yaitu alam yang luas), sedangkan Badan dinamakan "Bhuwana Alit" (alam yang lebih kecil). Karena itulah ada sebuah tradisi yang hingga saat ini dijalankan bagi orang-orang tertentu, yaitu tradisi berdoa kepada seluruh planet-planet setiap pagi hari, dengan tujuan agar efek-efek negatif planet-planet, atau alam di luar Badan dan Bumi, tidak akan terlalu mempengaruhi kita di dalam menjalani kehidupan kita sepanjang hari melakukan aktifitas.
Di sini, seperti yang sudah dijelaskan di atas, mungkin ada yang sengaja tidak mau memperhatikan badannya dengan alasan... Ah itu kan terlalu duniawi. Ada lagi yang beralasan tidak begitu penting, karena itu bukan tujuan utama kita lahir ke dunia ini. Tetapi rasanya kita memang perlu memperhatikan badan kita dengan keteraturan mempraktikkan Suryanamaskar paling tidak, dan mengatur makan, minum serta istirahat yang baik.
Maksud saya mengatakan hal ini adalah agar teman-teman memberikan perhatian pada badan. Bukanlah hal keduniawian kalau kita memelihara badan, tetapi memang harus dipelihara... demi pencapaian tujuan hidup kita. Setelah nanti merasa lebih baikan dan sedikit lebih rileks... saya sendiri juga harus khusus mengatur olah raga, demi memulihkan sang badan menjadi lebih sehat dan kuat lagi, agar dapat dipergunakan melakukan pelayanan lebih baik dan lebih luas lagi. Karena dengan badan yang tidak fit, kita akan mengalami banyak hambatan dalam melakukan pelayanan.
Jadi saya harapkan teman-teman juga mulai memberikan perhatian pada pemeliharaan badan. Kalau hal-hal lain di dunia ini mungkin bisa dengan mudah didapatkan, tetapi kesehatan dan kesegaran badan tidak mudah didapatkan. Dan ternyata kesehatan Badan merupakan Hal paling penting yang kita perlukan sebagai modal untuk melakukan pelayanan kepada sesama atau semua makhluk dalam hidup ini.
Ada dikatakan, "Punar vittam... punar mitram...." Uang... harta benda... teman-teman... dan lain-lain bisa didapatkan berulangkali.... kalau ia sudah diambil orang... atau hilang dalam bisnis... semua bisa kita dapatkan kembali...
Kata "punar" atau punah artinya lagi....., jadi bisa didapatkan kembali semua itu.
Lalu lebih lanjut dikatakan, "Etat sarvam punah labhyam". Artinya, untuk semua hal-hal seperti yang telah disebutkan tadi... orang bisa mendapatkannya kembali....
"Na sariram punah punah..." Tetapi badan ini kita tidak bisa dapatkan berulang kali dan biasanya badan sekali terkena sakit ia akan sulit mendaptkan kepulihan sepenuhnya seperti sedia kala. Terutama penyakit-penyakit yang kini semakin sering menimpa orang-orang dengan gaya hidup modern yang penuh dengan kepanikan dan stress.
Kembali kita harapkan teman-teman untuk dapat lebih memberikan perhatiannya pada hal ini. Minimal dalam Meditasi Angka kita mulailah memperhatikan dan memelihara badan. Tujuannya sudah tentu bukan untuk menambah kebanggaan sang ego.... melainkan untuk pencapaian tujuan spiritual kita dan tentu saja tujuan-tujuan dunia pun kita tidak akan bisa dapatkan dengan badan yang serba kesakitan atau lemah.
Jadi... kita memang perlu mengatur diri dalam hal makan, minum, mengatur istirahat, mengatur olah raga, dan akhirnya ketetapan melaksanakan praktik Meditasi Angka, agar terjadi keharmonisan antara Badan dengan Sang Diri. Jika semua ini dilaksanakan dengan penuh ketekunan dan keteraturan, maka semua ini akan menjamin kesehatan dan daya tahan badan yang bagus...
Semoga Renungan Minguan kali ini dapat membawa refleksi kita selama Tahun 2011 ini, apakah kita telah cukup memperhatikan kesehatan badan kita dengan baik? Ataukah kita masih terlalu banyak membuang-buang waktu dengan sia-sia untuk hal-hal remeh lainnya?
…Selesai…
Sriguru,
(Darmayasa)
|